Rabu, 26 November 2008

Flashdisk dan CD, Target Baru Penulis Virus


USB drive merupakan device yang populer dan kini mendapatkan fungsi baru sebagai penyebar virus. US-CERT (Computer Emergency Response Team) mengungkapkan sebuah peringatan Jumat lalu, mengenai kode ‘jahat’ yang telah ditambahkan dalam flashdisk USB. Sementara itu, Departmen Pertahanan Amerika telah melarang penggunaan USB drive, CD, dan device penyimpanan removable lainnya karena adanya penyebaran virus Agent.bzt, sebuah variant dari worm SillyFDC.

“Kami telah melihat sebelumnya di device penyimpanan portable eksternal, seperti floppy disk yang pernah terjadi di tahun 1990, kemudian diikuti CD. Sementara fakta mengenai flashdisk ini adalah device yang banyak digunakan user, sehingga mereka mudah menjadi target dari penulis virus. Penulis virus tersebut kemudian mengembangkan ramuan baru dari malware yang mendesain USB flashdisk sebagai propagandanya.” kata Gunter Ollmann, kepala strategi keamanan untuk divisi ISS IBM.

Namun, USB flashdisk sendiri juga mendukung adanya penyebaran virus tersebut. Mengingat ukurannya yang kecil dan mudah diselipkan di saku atau dibawa di tangan atau dikalungkan di leher. Terdapat dua jalan dari para penulis virus untuk menggunakan USB dalam penyebaran virus dan software ‘jahat’ lainnya. Sebuah computer yang sudah terinfeksi dapat menyebarkan virus ke dalam USB flashdisk ‘bersih’ yang baru saja ditancapkan di port USB computer. USB flashdisk tersebut kemudian akan menyebarkan virus ke computer lainnya jika sistem operasi di computer baru tersebut memiliki fitur tipe AutoRun. Fungsi AutoRun tersebut yang ada di Windows akan menampilkan installer dan program lain secara otomatis, ketika sebuah flashdisk atau CD dimasukkan. Menurut Ollmann, bahkan untuk computer Mac juga memiliki fungsi yang sama dengan Windows.

Oleh karena itu, user harus men-disable fitur AutoRun dan secara manual menampilkan program ketika menggunakan flashdisk. Ollmann menambahkan, virus juga dapat melekat di file yang tampak normal, yang ada di dalam USB flashdisk, sehingga walaupun AutoRun di-disable, computer akan tetap terinfeksi jika user membuka file tersebut. Sebagai tambahan, Ollmann juga menyarankan user untuk menggunakan tool antivirus untuk men-scan USB flashdisk sebelum membuka file apapun, walaupun dari source yang terpercaya sekalipun. Virus juga dapat menyebar melalui device apapun yang menancap di port USB, seperti lampu, fan, speaker, mainan, ataupun microscope digital. Device di atas dapat terinfeksi jika proses manufaktur atau kualitas kontrol product tidak sempurna. Jadi, menurut Ollmann, tidak perlu merasa cemas jika harus menggunakan USB memory stick ataupun flashdisk, namun lebih berhati-hati ketika user menggunakannya

sumber : beritanet.com

Tidak ada komentar: