
DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah DaruratLiputan6.com, Bojonegoro: Ratusan petani Desa Tloagung, Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Tengah, Rabu (26/11) siang, mendatangi balai desa setempat. Mereka menuntut penurunan harga pupuk yang kini melambung tinggi. Petani tak terima karena harga pupuk urea yang seharusnya Rp 60 ribu rupiah per sak berukuran 50 kilogram, kini dijual Rp 100 ribu per sak. Seorang pemilik kios pupuk diamankan polisi karena dikhawatirkan menjadi sasaran kemarahan petani.
Akibat kelangkaan pupuk, Ahad silam, petani di kawasan Semanding, Tuban, Jawa Timur, menghentikan kendaraan truk yang diduga mengangkut pupuk urea yang dua pekan ini langka. Pupuk urea saat ini di kios dijual Rp 68 ribu per sak isi 50 kilogram, tapi di tangan pengecer harga pupuk menembus Rp 100 ribu per sak [baca: Petani Hadang Truk Pupuk].
Jeritan petani sebetulnya telah ditanggapi wakil rakyat di Senayan. DPR menilai kelangkaan pupuk harus segera diatasi karena bisa mengganggu penyediaan pangan di Tanah Air. "Perlu dilakukan langkah-langkah yang cepat, tegas, agar secepatnya ditangani sehingga pupuk dapat diperoleh petani dengan cara apapun," kata Ketua DPR Agung Laksono.
Menurut Bustanul Arifin, pengamat pertanian, manajemen pupuk perlu diperbaiki. Mulai koordinasi antardepartemen, penghitungan kebutuhan pupuk di tiap provinsi, hingga distribusinya.
Data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian menunjukkan, tingkat penyediaan dan penyerapan pupuk urea bersubsidi naik setiap tahun. Jika 2007 tingkat penyerapan kurang dari 4,3 juta ton, maka tahun ini disediakan 4,5 juta ton pupuk urea subsidi. Tahun depan akan ditambah lagi 50 ribu ton [baca: DPRD Jatim Panggil Produsen Pupuk].
sumber : liputan6.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar